Full Day School Akhirnya Diadakan Lagi dengan Nama PPK

By | October 18, 2016

Full Day School Akhirnya Diadakan Lagi dengan Nama PPKDalam setiap bidang tentu ada sebuah perubahan sebagai syarat perkembangan yang mengikuti era baru dalam dunia. Entah itu sebuah perubahan yang besar atau pun kecil intinya perubahan itu adalah sebuah bentuk kemajuan yang diciptakan oleh setiap lembaga organisasi yang berdiri.

Kali ini postingan saya merekrut pembahasan dalam sebuah lembaga organisasi sekolah, dalam bidang pendidikan. Tentu yang di bahas adalah sebuah wacana perkembangan, yang kali ini sedang menjadi berita terhangat untuk anda.

Langsung saja kita simak pembahasaan kali ini dengan topik berita yang sedang menjadi berita terkini yaitu, Mendikbud mengganti istilah full day school dengan PPK.

Kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud), telah merencanakan dan akan melakukan uji coba Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) pada bulan ini.

Sudah ada sedikitnya 50 sekolah yang akan dijadikan sebagai sasaran uji coba pada tahap pertama.

Sedangkan pada tahap kedua, yang akan diberlakukan pula untuk tahun ini kemendikbud akan menyasar sebanyak 500 sekolah.

Gagasan PPK itu bisa dianggap sebagai bentuk lain dari implementasi full day school. Hal ini dilontarkan oleh mendikbud Muhadjir Effendi sebagai perbincangan hangat.

Ujarnya, siswa lebih lama di sekolah dengan tambahan materi pelajaran untuk penguatan karakter anak. Bentuknya berupa tambahan pelajarannya seperti pengenalan budaya dan agama.

Beliau juga menuturkan tidak ingin menggunakan lagi istilah full day school dan beliau lebih memilih menggunakan istilak PPK (Pendidikan Penguatan Karakter).

Menurut pemerintah (Mendikbud) terkait dengan kebijakan penguatan pendidikan karakter juga merupakan upaya revitalisasi manajemen berbasis sekolah.

Menurut beliau “PPK lebih memperhatikan harmoni olah hati (etika), olah rasa (estetika), olah raga (kinestetik) dan olah pikir (literasi baca, tulis, hitung)”. Beliau juga  menjelaskan harmonisasi tersebut diimplementasikan dalam keterpaduan antara intra-kurikuler, ko-kurikuler, ekstrakurikuler dan non-kurikuler untuk mewujudkan bentuk/karakter yang baik bagi siswa.

“Nilai-nilai utama karakter yang dapat ditumbuhkan adalah nasionalisme, religius, mandiri, gotong royong, dan integritas pada anak. Serta dapat juga disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan lokal atau daerah masing-masing,”

”Karakter itu penting, jika anak memiliki karakter yang kuat, memiliki fondasi yang kuat, maka di atasnya bila dibangung apapun hasilnya akan baik”. Seperti itulah yang dikatakan beliau saat melakukan peninjauan di Jayapura, jumat(7/10/16)

Menurutnya, konsep ini sudah berada dalam tahap mengidentifikasi daerah dan sekolah yang akan menjadi calan untuk dijadikan pilot project. Seperti yang telah diterangkan, Kemdikbud telah memilih sebanyak 50 sekolah untuk tahap pertama dan sebanyak 500 sekolah pada tahap kedua yang akan direalisasikan pada tahun ini.

Beliau mengatakan “Program ini harapannya dapat memberikan penguatan karakter siswa dalam mewujudkan generasi emas untuk tahun 2045 melalui pembelajaran terpadu di dalam dan di luar sekolah dengan kolaborasi sumber-sumber belajar di luar sekolah”.

Sekadar untuk diketahui ujar beliau saat melakukan peninjauan di Jayapura mengatakan “hal ini merupakan wujud penegasan bahwa pelaksanaan PPK didukung dan dilaksanakan dengan sebaran yang menyeluruh, dari Provinsi Aceh hingga ke Provinsi Papua yang berjumlah 50 sekolah di 22 provinsi, yang akan disusul pada bulan November sebanyak 500 sekolah di 34 provinsi.

Implementasi PPK dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur, budaya, serta keberagaman penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah nusantara. Termasuk sekolah negeri maupun swasta di wilayah perkotaan maupun pedesaan, bahkan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan untuk anda, salam sukses selalu dan terimakasih.

Facebook Comments