Guru Honorer (Wiyata Bakti) Digaji Sangat Rendah

By | May 25, 2016

Guru Honorer (Wiyata Bakti) Digaji Sangat RendahSaat ini di Indonesia jumlah guru honorer atau guru wiyata bakti sangatlah banyak. Bahkan ada beberapa sekolah dimana jumlah guru honorer lebih banyak dibandingkan guru yang sudah PNS. Jika dilihat dari beban kerja dan beban mengajar yang harus diterima oleh guru honorer sudah hampir sama bahkan lebih berat dibandingkan dengan guru PNS, tetapi guru honorer ini menerima gaji yang sangat tidak layak. Bayangkan saja per bulan para guru wiyata bakti ini hanya menerima sekitar 300 ribu rupiah saja. Uang segini tentu saja sangat jauh dari harapan. Jika dibandingkan dengan UMR tempat saya sendiri yang sudah berkisar sekitar 1 juta rupiah, gaji para guru honorer ini tidak sampai 50% dari UMR di daerah saya. Sungguh sangat miris jika melihat hal seperti ini masih terjadi di Indonesia.

Perlu anda tahu bahwa guru wiyata bakti ini kebanyakan malah memiliki beban kerja yang lebih banyak dibandingkan dengan guru yang sudah PNS, apalagi sekarang hampir semua proses pendataan guru PNS menggunakan komputer dan juga dilakukan dengan sistem online. Otomatis yang mengerjakan tugas – tugas ini adalah guru wiyata bakti yang notabenya masih muda dan mengerti dengan komputer maupun internet. Sudah pekerjaan jauh lebih banyak dan lebih berat, tetapi gaji yang mereka dapatkan ternyata hanya segitu. Benar-benar keterlaluan sistem pendidikan di negeri ini. Hal senada juga dikatakan oleh ketua umum  PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Sulistyo, di kantor wakil presiden Jakarta “Honornya juga tidak manusiawi” kata Sulistyo.

Menurut beliau yang seharusnya para guru honorer ini didahulukan dalam proses penerimaan CPNS, tetapi justru hanya dijadikan alat permainan data fiktif di tingkat kabupate/kota. Hanya orang-orang yang dekat dengan pemerintahan saja yang dapat masuk ke dalam database tersebut. Pemerintah sendiri menilai bahwa jumlah guru di Indonesia sudah cukup, padahal menurut PGRI sendiri jumlah guru di Indonesia sangatlah kurang. Data yang diperoleh pemerintah tersebut karena guru wiyata bakti juga dimasukan ke dalam list-nya. Jadi sebenarnya banyaknya kekurangan guru di Indonesia saat ini tertutupi oleh guru honorer. PGRI menganggap data yang didapatkan oleh pemerintah tersebut masih tidak valid.

Jika memang pemerintah ingin mendata jumlah guru PNS yang ada di Indonesia, maka buatlah data yang valid dan akurat tanpa mengikutkan guru Wiayata Bakti di dalam perhitungannya. Barulah didapatkan hasil yang sebenarnya mengenai keadaan jumlah guru di Indonesia saat ini.

Facebook Comments