Pemberian Dana BOS Sekarang Langsung Transfer ke Siswa

By | October 11, 2016

Pemberian Dana BOS Sekarang Langsung Transfer ke SiswaSelamat datang di situs kami, kali ini kami membagikan sebuah wacana sebagai informasi untuk anda dengan tema dana BOS yang sekarang langsung di transfer ke siswa. Benarkah ini? Mari simak artikel ini dengan seksama.

Program Dana BOS (bantuan operasional siswa) adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya personalia bagi satuan dasar dan menengah pertama sebagai wujud pelaksaanaan program wajib belajar anak 9 tahun.

Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bahwa siswa di empat kabupaten daerah Madura belum menerima kartu Indonesia pintar (KIP). Hal ini sangat disayangkan, karena apabila pengambilan dana KIP melebihi tanggal 15, dana tersebut tidak bisa dicairkan.

Menurut Bpk.Muhadjir Effendy mendikbud “Pemerintah sudah menyalurkan KIP (kartu Indonesia pintar) hingga 96 persen, tapi kurang dari 40 persen siswa yang sudah menerimanya.

Kenapa bisa terjadi hal demikian itu yah? Kenapa sampai sebanyak itu yang belum mengambil dana KIP? Mungkin seharusnya pemerintah menyiarkan lewat televisi agar berita ini langsung sampai kepada orang tua siswa. Entahlah ?!.

Pemerintah melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) saat ini telah mewacanakan tentang pemberian dana bos secara langsung kepada siswa. Hal ini dikatakan oleh oleh bpk.Muhadjir Effendy di Surabaya “ kami sedang mempertimbangkan pemberian dana BOS langsung transfer ke siswa, tetapi bantuan untuk pihak sekolah akan kita rancang skema lainnya”.

Beliau pun mengatakan pendidikan gratis sebenarnya hanya untuk siswa miskin atau kurang mampu, sedangkan pendidikan gratis untuk siswa mampu atau tidak miskin itu melanggar undang-undang.

Beliau juga mengatakan bahwa “Undang-undang itu justru mendorong partisipasi masyarakat dalam pendidikan karena pendidikan merupakan tanggung jawab bagi pemerintah dan juga masyarakat. Jadi, pendidikan gratis itu hanya untuk siswa yang miskin. Kalau untuk semua siswa itu hanya jargon dalam kampanye pilkada,”  seperti itu tandasnya.

Indonesia saat ini telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang menjadi revisi di dalam dunia pendidikan agar semakin meningkatkan mutu dan kualitas anak bangsa.

Saya ikut bangga mendengarnya. Pemerintah harus senantiasa terus melakukan evaluasi dan sosialisasi agar setiap anak berhak mengenyam wajib belajar Sembilan tahun. Kebijakan pemerintah ini adalah tunjangan dasar bagi anak miskin yang tidak mampu agar kelak Indonesia bisa menjadi Negara yang memiliki generasi muda dengaan taraf kecerdasan menengah ke atas dan tidak ada lagi anak-anak di jalan yang membawa botol berisi pasir sebagai alat mencari uang.

Mungkin saja kesadaran masyarakat saat ini masih kurang, betapa pentingnya sebuah pendidikan bagi anak. Padahal berbagai macam pemecahan permasalahan telah dilakukan sebagai solusi, termasuk pemberian Dana BOS sebagai tunjangan dana sekolah, keluarga berencana sebagai antisipasi mendesaknya masalah faktor ekonomi, dan juga bantuan yang diberikan oleh pemerintah sebagai bantuan untuk masyarakat yang kurang mampu pada umumnya. Namun masih banyak saja masyarakat yang mengeluh dan mengabaikannya. Rasanya sudah tidak pantas lagi di negeri tercinta ini melihat anak-anak berkeliaran sebagai anak jalanan jika di kaitkan dengan kebijakan pemerintah yang sudah berjalan selama ini.

Facebook Comments