Penting!!! Kemdikbud Hapus Kewajiban Guru Mengajar 24 Jam

By | October 6, 2016

Penting!!! Kemdikbud Hapus Kewajiban Guru Mengajar 24 JamSalam sukses untuk anda semua para guru,  kami menyajikan berita terkini  untuk anda semua mengenai informasi yang kami dapatkan sehubungan dengan yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Saat ini Kemendikbud sedang melakukan pematangan untuk menghapus aturan guru mengajar 24 jam.

Hal ini dikatakan oleh bpk. Muhadjir Effendi yang menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) usai menjadi pembicara seminar yang di gelar di Padang, Sumatra Barat (24 september). Dengan melakukan kewajiban guru mengajar 24 jam perminggu, akhirnya para guru berusaha memenuhi target tersebut dengan mengajar di beberapa sekolahan.

Jika demikian, bagaimana seorang guru akan profesional dan konsentrasi pada sekolahnya,” kata  Muhadjir yang kami kutip dari Antaranews tertanggal (26/09/16). Selama ini kewajiban mengajar minimal 24 jam per minggu dijadikan syarat untuk mendapat tunjangan profesi guru. Lalu apabila guru tidak memiliki 24 jam mengajar tatap muka dalam kelas, guru tidak memperoleh tunjangan.

Syarat yang sama juga diberlakukan untuk  guru honorer yang ingin mendapatkan tunjangan insentif, yaitu beban guru mengajar 24 jam. Dalam hal ini kemungkinan besar pemerintah menghawatirkan guru menjadi tidak maksimal dalam melakukan kewajibannya sebagai pengajar yang professional.

Guru seharusnya bisa lebih fokus dalam kegiatan mengajar disekolahnya, bukan hanya untuk memenuhi syarat 24 jam mengajar. Tentunya hal ini menuai banyak respon dari kalangan guru terkait aturan undang-undang yang di tetapkan oleh pemerintah  dalam  Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 35.

Hal ini menjadi kendala bagi para guru dalam melakukan kegiatan mengajar menjadi tidak optimal, karena harus memberikan waktu tambahan yang ekstra. Adapun tanggapan positif dari kemendikbud dalam menanggapi respon terkait kendala dari guru untuk mulai melakukan penyesuaian seperti yang di tuturkan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga  kerja Kependidikan (Dirjen GTK), Kemendikbud, Bapak Sumarna Surapranta kepada wartawan di Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (9 september). “Permasalahannya untuk memenuhi kewajiban 24 jam per minggu itu, guru jadi cari kemana-mana. Jadi 24 jam nggak usah dipenuhi dengan cara pontang panting nantinya.”

Mungkin ini juga menjadi alasan kemdikbud menghapus kewajiban guru mengajar 24 jam dan melakukan penyesuaian.

Mendikbud meminta para guru untuk terus memacu diri dan memahami pentingnya profesi yang sedang dijalankan. Dalam pandangannya guru sebagai profesi induk dari berbagai macam profesi yang ada. Karena tidak ada profesi lain yang lepas dari pentingnya peranan seorang guru.

Terimaksih atas kunjungan anda, semoga informasi yang kami sajikan ini menjadi berita gembira dan bermanfaat bagi anda para guru.

Salam hormat

Facebook Comments