Standar Nilai Minimal Kelulusan Sertifikasi Sekarang Menjadi 80 Poin

By | October 3, 2016

Standar Nilai Minimal Kelulusan Sertifikasi Sekarang Menjadi 80 PoinKebijakan pemerintah berdasarkan pada standar nilai minimal kelulusan sertifikasi yang ditetapkan oleh  kementrian pendidikan dan kebudayan tahun 2016 meningkat menjadi 80 poin. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata menuturkan kebijakan tersebut diterapkan sesuai dengan arahan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Tentunya bagi guru yang akan mengikuti uji kompetensi guru agar lebih mempersiapkan diri dalam mempelajari materi khususnya materi yang akan di ujikan dalam ujian pendidikan dan latihan profesi guru. Guna menempuh uji kompetensi guru yang telah di tetapkan oleh pemerintah ,yang akan segera di laksanakan di berbagai universitas terakreditasi di Indonesia.

Kenaikan standar nilai minimal kelulusan sertifikasi ini ditujukan agar dapat membedakan kualitas guru berdasarkan sertifikasi atau untuk membedakan guru yang telah mendapatkan sertifikasi dan guru yang belum bersertifikasi ujar pemerintah. Sehubungan dengan adanya laporan dari Bang Dunia(worl bank-red) bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam uji kompetensi guru.

Guru peserta uji  akan dikarantina selama 10 sepuluh bulan di kampus yang telah di tetapkan menjadi tempat pelaksanaan sertifikasi guru. Mengingat standar nilai minimal kelulusan sertifikasi pada tahun sebelumya adalah 42 poin yang dinilai terlalu rendah menurut direktur jendral guru dan tenaga kerja pendidikan dan kebudayaan untuk tahun 2016.

Pemerintah meyakini guru calon peserta mampu mencapai nilai 80 poin, sesuai dengan sebaran nilai guru peserta sertifikasi  uji kompetensi guru pada tahun 2016 yang telah di ujikan. Banyak guru peserta yang mampu mendapatkan poin  80 meskipun ada sejumlah guru yang tidak berpotensi mencapai kelulusan sesuai dengan ketentuan. Pemerintah kepada kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud) menyarankan untuk memberikan kebijakan mengulang bagi para guru yang tidak mencapai nilai minimal batas kelulusan sebesar 80 poin agar dapat mengulangi ujian pada kesempatan selanjutnya.

Untuk peserta yang mengulang tidak perlu mengikuti proses sertifikasi dari awal dan mendapatkan kebijaksanaan sebanyak maksimal 4 kali untuk mengikuti uji kompetensi guru yang di adakan dua kali dalam satu tahun untuk mendapatkan sertifikasi guru.

Tidak usah down melihat pasing grade karena hanya akan menyulitkan anda dalam proses persiapan anda. Pemerintah mengharapkan agar nilai passing grade yang telah ditetapkan membuat guru semakin professional dalam menjalankan tugas sebagai guru pengajar. Kuncinya adalah optimis dan mempersiapkan diri agar guru peserta yakin mampu mendapatkan nilai selayaknya guru professional dan tersertifikasi.

Facebook Comments